Situasi Keuangan Mendekati Hari Raya di Era Pandemi

anggaran keuangan

Hari Raya Idul Fitri tahun 2022 akan diadakan beberapa bulan kedepan. Dengan kondisi keuangan yang belum stabil di era pandemi. Perencanaan keuangan pun harus diberlakukan agar tidak terjadi pengeluaran biaya berlebih pada saat hari raya.

Siapa yang tidak bahagia menyambut datangnya bulan suci Ramadhan? Semua pasti bahagia. Hari Raya Idul Fitri yang diadakan hanya setahun sekali merupakan momentum yang selalu ditunggu oleh umat muslim di seluruh dunia. 

Dengan adanya pandemi covid19 yang ikut melanda Indonesia menjadikan situasi keuangan masyarakat menjadi terganggu, banyaknya PHK dan perusahaan gulung tikar menjadikan banyak pengangguran dimana- mana. 

Banyak orang kekurangan uang dan menurunnya perekonomian keluarga. Perayaan Idul Fitri pun berjalan seperti hari biasa dan tidak ada yang spesial seperti dulu ketika pandemi belum ada. Idul Fitri identik dengan THR ( Tunjangan Hari Raya) yang biasanya diberikan instansi, perusahaan, maupun orang yang memperkerjakan orang lain sebagai uang tambahan untuk keperluan hari raya. 

Dengan sulitnya situasi sekarang ini, THR pun jarang diberikan, hanya beberapa perusahaan yang mungkin masih memberikan. Selain itu tradisi membeli baju baru dan memasak makanan seperti opor ayam, rendang sapi dan yang lainnya akan menambah pengeluaran. Harga bahan makanan di pasaran pun meningkat tinggi, menjadikan kita yang memang butuh terpaksa membelinya. 

Ketika mulai memasuki bulan puasa sebenarnya kita sudah harus merencanakan anggaran keuangan. Ketika berpuasa seringkali timbul keinginan untuk menyantap menu makanan yang lebih enak dari hari biasa. 

Selain itu bulan puasa identik juga dengan istilah buka bersama (Bukber) yang biasanya dilakukan di tempat makan. Padahal hal tersebut dapat menjadikan pengeluaran kita semakin membengkak. 

anggaran keuangan

Untuk menghadapi situasi yang seperti itu ada beberapa cara, antara lain:

1. Tidak membeli baju lebaran 

Jika Anda masih memiliki baju dan pakaian lain yang masih bagus buat apa membeli baju baru? Tradisi memakai baju baru tak lain hanyalah untuk gengsi semata. Padahal Idul Fitri bukanlah ajang untuk pameran bukan?

2. Memasak masakan seadanya

Tidak masalah jika Anda menyuguhkan makanan yang seadanya kepada tamu. Tidak usah gengsi jika tidak memasak opor atau rendang. Masakan sederhana seperti tempe, kentang dan sayuran pun bisa menjadi menu yang menarik jika Anda pandai mengolahnya. Terlebih jika Anda hidup di desa dan kedatangan tamu dari kota. Orang kota justru sudah bosan dengan menu makanan yang seperti itu dan justru merindukan masakan khas desa. 

3. Menghindari bukber

Menghindari acara buka bersama atau acara lain yang hanya akan menghabiskan anggaran Anda. Menolak dengan halus disertai alasan yang mendukung tentu tidak akan membuat kawan Anda berpikir bahwa Anda sedang berhemat. 

4. Tidak usah memberi angpao kepada anak kecil

Tradisi memberi angpao kepada anak kecil sering dijadikan kesempatan anak- anak untuk datang ke rumah-rumah hanya untuk mencari angpao. Hal tersebut tidak seharusnya dilakukan. Lebih baik beri permen atau kue kering ketika anak tetangga datang kerumah. Hal tersebut juga agar mendidik anak supaya tidak selalu menilai suatu hal dengan uang. 

Empat tips diatas dapat Anda ikuti supaya dapat menekan pengeluaran yang membengkak selama bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Sisihkan uang Anda untuk kebutuhan yang lebih penting karena masih banyak kebutuhan lain yang lebih penting untuk kehidupan sehari- hari. Utamakan kebutuhan pokok Anda dan keluarga. Jangan habiskan gaji dan tabungan Anda hanya untuk momen yang sesaat.