Mengelola Keuangan Pribadi dengan Rumus 10,20,30,40

Mengelola Keuangan Pribadi dengan Rumus 10,20,30,40

Banyak pakar keuangan mengatakan pengelolaan penghasilan dengan cara yang fleksibel sebab kondisi keuangan setiap orang tentu berbeda-beda. Kunyi yaitu mengambil tindakan serta menggunakan sistem terbaik untuk membantu supaya tetap konsisten mengelola keuangan setiap bulan nya, serta memastikan Anda bisa mengatur pengeluaran, dapat menabung , serta memberi Anda kesempatan untuk bisa mengamati kehidupan hari ini.

Agar memudahkan Anda dalam mengalokasikan pengeluaran, Ada skema atau prinsip sederhana untuk diterapkan di metode keuangan Anda yakni 10-20-30-40. Mungkin dengan menerapkan skema atau prinsip tersebut akan cocok dengan kondisi keuangan Anda, karena cukup banyak pilihan prinsip keuangan meski tujuannya adalah agar dapat menciptakan kesehatan finansial yang stabil di kehidupan sebagai seorang manusia.

Khusus pada artikel kali ini akan membedah prinsip keuangan 10-20-30-40 yang perlu Anda ketahui lebih rinci. Nah, untuk penjelasan lebih lengkapnya silahkan simak penjelasannya berikut ini.

1.       10% untuk Kebaikan

Tinggi rendahnya uang yang dimiliki atau berapapun pendapatan Anda cobalah membawa diri untuk selalu berbagi dan memberi kebaikan. Definisi kebaikan itu sendiri cukup luas, tak terbatas hanya soal memberi donasi ke mereka yang tidak mampu, namun juga hal lainnya seperti saling tolong menolong antar sesama, berbakti dengan orang tua dan masih banyak lagi.

Jika Anda dalam tahapan awal dalam membangu karier sehingga profit yang diperoleh pun belum begitu tinggi, Anda boleh mengalokasikan uang lebih kecil dari persentase tersebut, namun usahakan agar tetap ada, dan sebaliknya angka tersebut bisa lebih tinggi jika usaha atau karier Anda berada di puncak kesuksesan.

2.       20% untuk Investasi, Asuransi, dan Dana Darurat

Disebutkan juga sebagai alokasi dana untuk masa depan, Pada konteks keuangan, mempersiapkan dana masa depan mencakup beberapa hal, mulai dari asuransi jiwa serta kesehatan, dana darurat, dana pensiun, dana pendidikan, dana keperluan DP rumah, mengembangkan kekayaan, serta dana yang diperlukan untuk berbagai macam tujuan keuangan lain.

Untuk memenuhi kebutuhan masa depan ini dapat memanfaatkan berbagai macam produk berupa jasa keuangan serta investasi, diantaranya seperti deposito, tabungan, asuransi, emas, atau reksadana. Jika terjadi bentuk pengeluaran bersifat darurat misalnya perawatan rumah sakit, rawat inap, atau ada saudara yang meninggal dunia, maka posnya akan diambil dari alokasi tersebut.

3.       30% untuk Cicilan Produktif

Selama utang dan angsuran yang Anda punya merupakan pilihan untuk membeli aset  yang bersifat produktif, dapat menunjang pekerjaan atau usaha, serta besarnya angsuran perbulannya tidak melebihi 30 persen dari total pendapatan, itu berarti hal yang Anda lakukan masih batas kewajaran. Misalnya cicilan kendaraan, cicilan rumah,  atau berbagai peralatan yang sifatnya wajib. Selain itu untuk hunian yang statusnya menyewa juga dapat Anda masukan ke alokasi dana tersebut.

Mengelola Keuangan Pribadi dengan Rumus 10,20,30,40

4.       40% untuk Kebutuhan Hidup

Angka tersebut idealnya digunakan sebagai pemenuhan kebutuhan Anda sehari-hari salah satunya biaya makan, transportasi, biaya tagihan air, listrik, pulsa, langganan televisi, telepon, hobi, rekreasi, pakaian dan masih banyak lagi. Seluruh aktivitas yang bersifat kebutuhan pokok, hingga gaya hidup dapat Anda masukkan ke dalam alokasi tersebut.

Jika dengan contoh dari pengalokasian dana diatas dirasa tidak cukup memenuhi kebutuhan Anda, Itu berarti ada yang salah dari keuangan Anda miliki, sebaiknya benahi terlebih dahulu kesehatan keuangan Anda atau mungkin menggunakan skema lain yang sekiranya lebih cocok untuk diaplikasikan.

Akan tetapi, yang namanya angka akan selalu relatif. Tapi bila menurut Anda persentase ini kurang, maka ada beberapa hal yang perlu dilakukan sebagai upaya untuk tetap bisa menerapkan prinsip keuangan 10-20-30-40 dalam kehidupan, antara lain:

1.       Membedakan Kebutuhan dan Keinginan

Banyak orang yang tidak bisa membedakan yang mana keinginan dan yang mana yang benar-benar masuk dalam kategori kebutuhan. TIdak sedikit orang yang menghabiskan uangnya hanya untuk memenuhi sebuah keinginan semata. Dimana keinginan itu sifatnya tak terbatas. Maka dari itu, belajarlah untuk mengendalikan keinginan dalam diri yang mana secara tak langsung sudah membantu diri Anda dalam menghemat uang dan lebih bijak dalam pengalokasiannya.

2.       Menurunkan Gaya Hidup

Berada dilingkungan yang seakan menuntut untuk bisa menyesuaikan gaya hidup di kota besar, kadang sebagian orang justru menghabiskan uang mereka lebih besar dari kemampuan yang dia punya. Dengan menurunkan sedikit gaya hidup misalnya menggunakan smartphone yang harganya lebih terjangkau, tidak makan ke restoran-restoran mahal, mengurangi nongkrong atau jalan-jalan ke pusat perbelanjaan seperti mal dan sejenisnya dan berbagai gaya hidup yang sekiranya bisa sedikit diminimalisir.

3.       Meningkatkan Penghasilan

Jika semuanya telah dilakukan serta masih tak cukup, itu berarti hal ini sebagai tanda untuk meningkatkan pendapatan. Anda harus bekerja lebih semangat dan lebih keras lagi agar memperoleh kenaikan pendapatan secara signifikan.

 


Leave a Reply

Your email address will not be published.