Tips Kelola Keuangan Buat Freelancer biar Gak Boncos


Menjadi seorang freelancer atau pekerja lepas itu ada kelebihan dan kekurangannya. Di satu sisi, kamu bisa bekerja secara fleksibel karena tidak terikat jam kerja dan bisa dilakukan di mana saja. Namun di sisi lainnya, kamu tidak akan punya penghasilan tetap atau gaji bulanan yang bisa kamu dapatkan ketika bekerja kantoran.

Pengeluaran terus ada setiap bulannya, tetapi penghasilan justru tak menentu. Hal tersebut pasti akan sangat sulit bagi kamu untuk mengelola keuangan dengan tepat agar pemasukan bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Meskipun begitu, bukan berarti tidak ada tips yang efektif untuk seorang freelancer yang ingin kelola keuangannya tiap bulan. Penasaran apa saja tipsnya ? Yuk, perhatikan tips-tips yang sudah kami rangkum di bawah ini.

Ketahui Rata-Rata Penghasilan

Mengandalkan penghasilan dari pekerjaan freelance memang tidaklah mudah. Namun sebenarnya penghasilan yang kamu peroleh dari pekerjaan freelance itu bisa diperhitungkan.

Setelah menjadi pekerja lepas selama beberapa bulan, kamu bisa tahu berapa penghasilan paling sedikit maupun paling tinggi, kapan mendapatkan project, dan berapa banyak project yang bisa kamu kerjakan. Dengan begitu, maka akan lebih mudah untuk kamu memperkirakan rata-rata penghasilan tiap bulannya. 

Kenapa sih hal tersebut harus dilakukan ? Karena dengan mengetahui rata-rata penghasilan dari pekerjaan lepas, kamu jadi tahu batas kemampuan finansialmu.

Jangan Anggap Remeh Anggaran Pengeluaran

Saat ini, masih banyak orang yang tidak menganggap penting anggaran pengeluaran atau budget bulanan. Padahal dengan adanya anggaran, kamu bisa terbantu untuk mengontrol pengeluaranmu tiap bulannya. Bagaimana cara membuatnya ?

Catat terlebih dahulu pengeluaranmu selama satu atau dua bulan. Dengan catatan tersebut, kamu sudah bisa tahu apa saja yang menjadi kebutuhanmu setiap bulan. Baru kemudian kamu bisa menyusun anggaran dan membagi pengeluaran ke dalam tiap-tiap pos. Misalnya, untuk makan sehari-hari, sewa kos, transportasi, menabung, dan lain-lain.

Jika kamu sudah memiliki anggaran pengeluaran, maka kamu akan lebih hati-hati untuk menggunakan penghasilanmu. Pastikan pengeluaran memang sudah sesuai dengan anggaran yang kamu buat. Tidak sulit kok untuk membuatnya, kamu bisa gunakan aplikasi catatan keuangan yang sekarang sudah banyak beredar.

Kendalikan Gaya Hidup

Siapa pun akan gagal dalam mengelola keuangannya jika tidak bisa menahan ego. Tak peduli berapa besar uang yang kamu miliki, terlalu sering menuruti gaya hidup adalah keputusan yang kurang bijak. Dampak yang terburuk yaitu kamu bisa mengalami FOMO (Fear of Missing Out), suatu kondisi di mana kamu akan merasa cemas berlebih ketika kamu takut dikatakan tertinggal.

Kamu akan terus menerus mengikuti tren yang ada dan sulit untuk mendapatkan kepuasan. Ini tentu bisa berpengaruh pada kondisi finansialmu. Alangkah lebih baiknya jika kamu tetap mengendalikan gaya hidup, meskipun baru saja mengantongi pendapatan dengan nominal yang lumayan besar.

Fokuslah untuk menggunakan uang sesuai anggaran yang sudah dibuat sebelumnya. Dan lebih baik alokasikan untuk ditabung agar kondisi keuangan bisa semakin membaik.

Fokus Kumpulkan Dana Darurat

Salah satu kekurangan menjadi seorang freelancer adalah sepi job karena tawaran pekerjaan semakin sedikit. Maka penting untuk menyiapkan dana darurat mulai dari sekarang. Dana darurat bisa jadi pegangan ketika kamu sudah tak ada lagi tawaran pekerjaan. Selagi menunggu ada penghasilan lagi, dana darurat bisa kamu gunakan untuk kebutuhan sehari-hari. 

Dan karena risiko keuangan yang dihadapi freelancer tidaklah sama dengan pekerja kantoran, maka besarannya pun akan berbeda dengan mereka. Kamu bisa menyiapkan dana darurat dengan jumlah paling tidak 6 hingga 12 kali pengeluaran. Untuk itu, sebaiknya setiap kali kamu mendapatkan bayaran dari suatu project, maka sisihkan sebagian agar dialokasikan ke dana darurat. 

Hindari Utang Jangka Panjang

Bagi seorang freelancer, utang jangka panjang adalah hal yang seharunya bisa dihindari. Utang jangka panjang antara lain adalah KPR (Kredit Pemilikan Rumah), kredit mobil, dan jenis utang lainnya yang memiliki periode cicilan lebih dari satu tahun. 

Risikonya akan sangat besar karena sudah tentu kamu tidak memiliki penghasilan yan tetap. Artinya, kamu tidak bisa menjamin bisa terus membayar cicilan setiap bulannya hingga lunas.

Belum lagi, jika kamu harus membayar sejumlah denda keterlambatan karena tidak bisa membayar cicilan tepat waktu. Selain itu, kamu juga dibebankan bunga pinjaman yang terus membengkak. Pada akhirnya kondisi keuanganmu semakin memburuk dan yang paling parah yakni terlilit utang. 

Pada dasarnya memang bukan hal yang mudah buat para freelancer untuk bisa kelola keuangannya tiap bulan. Beda halnya dengan pekerja kantoran yang hidupnya lebih pasti karena akan selalu memperoleh penghasilan dan jumlah gajinya pun selalu sama. Namun ada baiknya jika tips-tips di atas bisa dicoba terlebih dahulu agar keuangan tetap aman dan sehat.